Vygotsky ZPD: Cara Scaffolding Membuat Anak Naik Level Belajar
Kenapa Anak Cepat Paham Saat Dibantu, Tapi Buntu Saat Sendiri? Vygotsky Menjawab dengan ZPD
Guru sudah menjelaskan jelas. Anak A langsung bisa. Anak B terlihat mengerti saat kamu dampingi, tapi begitu kamu tinggal, ia berhenti total. Anak C tertinggal dan akhirnya menyerah.
Kalau ini terasa familiar, Vygotsky akan bilang: banyak pembelajaran gagal bukan karena anak “tidak mampu”, tapi karena tugasnya berada di luar zona belajar optimal—atau bantuan yang diberikan belum tepat cara dan waktunya.
Siapa Lev Vygotsky?
![]() |
| Lev Vygotsky |
Lev S. Vygotsky (1896–1934) adalah psikolog Soviet yang menekankan bahwa perkembangan berpikir anak sangat dipengaruhi interaksi sosial, bahasa, dan alat budaya. Ia bekerja di Moscow Institute of Psychology (1924–1934) dan menjadi figur penting psikologi perkembangan Soviet.1
Inti teorinya (yang paling kepake di kelas)
Zone of Proximal Development (ZPD) adalah jarak antara:
- apa yang anak bisa lakukan sendiri, dan
- apa yang anak bisa lakukan dengan bantuan orang dewasa atau teman yang lebih mampu.
![]() |
| By Dcoetzee - Own work, CC0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=20903046 |
Definisi klasiknya menekankan bahwa potensi perkembangan terlihat saat anak menyelesaikan masalah “di bawah bimbingan” atau “kolaborasi”.2
Istilah scaffolding memang populer dipakai guru, tetapi penting dicatat: kata “scaffolding” diperkenalkan kemudian oleh peneliti lain. Namun idenya sejalan dengan ZPD: bantuan itu sementara dan harus perlahan dilepas ketika anak makin mampu.3
Bagaimana Vygotsky sampai pada gagasan ini?
Vygotsky mempelajari bagaimana anak membentuk kemampuan berpikir tingkat tinggi lewat alat budaya (terutama bahasa) dan interaksi dengan orang lain. Dalam karya-karya yang kemudian dihimpun dan diterbitkan, ia menunjukkan bahwa kemampuan yang tampak “milik individu” sering bermula sebagai proses sosial: dibantu, diarahkan, berdialog—lalu diinternalisasi menjadi kemampuan mandiri.4
Gagasan ZPD menjadi sangat berpengaruh setelah diterbitkannya Mind in Society (1978, edisi bahasa Inggris) yang memuat definisi ZPD dan implikasinya untuk pendidikan.4
Cara menerapkan di kelas
- Diagnosis cepat: bedakan “bisa sendiri” vs “bisa jika dibantu”. Gunakan 2–3 soal bertingkat: 1 mudah (mandiri), 1 sedang (uji ZPD), 1 sulit (di luar ZPD).
- Bantuan bertingkat (dari ringan ke kuat): isyarat → pertanyaan pemandu → contoh 1 langkah → contoh lengkap (kalau perlu).
- Gunakan teman sebaya yang tepat: pasangkan “lebih mampu” dengan “butuh dukungan” untuk tugas yang jelas (bukan sekadar disuruh kerja kelompok).
- Wajib ada fase “melepas bantuan”: setelah 1–2 contoh, minta anak mengulang dengan format berbeda, lalu mundur perlahan.
- Bahasa sebagai alat: berikan sentence starters: “Saya tahu ini karena…”, “Langkahnya…”, “Buktinya…” agar anak punya pegangan berpikir.
Kesalahan umum saat bilang “ini scaffolding”
- Bantuan kebablasan jadi jawaban: anak tampak selesai, tapi tidak naik kemampuan mandiri.
- Kelompok asal campur: yang pintar mengerjakan, yang lain menyalin—tidak ada interaksi belajar.
- Tidak pernah fading (melepas bantuan): anak jadi tergantung, bukan berkembang.
- Tugas terlalu jauh di luar ZPD: sebanyak apa pun bantuan, anak tetap bingung dan frustrasi.
Fakta menarik yang nyambung (dan mengarah ke Bruner)
Istilah “scaffolding” yang sering dipakai guru dipopulerkan melalui riset tutorial: bagaimana orang dewasa membantu anak menyelesaikan masalah dengan cara merekrut perhatian, mengurangi kompleksitas, menandai fitur penting, dan mengontrol frustrasi.3 Salah satu nama besar yang terlibat dalam riset itu adalah Jerome Bruner—tokoh yang mengembangkan cara menerapkan dukungan bertahap dan pembelajaran penemuan secara lebih sistematis di kelas.
Kalau anak hanya bisa saat dibantu, jangan buru-buru menyimpulkan “tidak bisa”—mungkin ia sedang berada tepat di ZPD-nya.
Referensi
-
Encyclopaedia Britannica. (n.d.). L. S. Vygotsky.
https://www.britannica.com/biography/L-S-Vygotsky ↩ -
SpringerReference. (n.d.). Zone of Proximal Development (kutipan definisi ZPD dari Vygotsky, 1978, p. 86).
https://link.springer.com/rwe/10.1007/978-1-4614-5583-7_334 ↩ -
Wood, D., Bruner, J. S., & Ross, G. (1976). The role of tutoring in problem solving. (PDF).
https://w.pauldowling.me/tmr/readings/Wood%2C%20Bruner%20%26%20Ross.pdf ↩ -
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society (ZPD; mediasi sosial). (PDF).
https://home.fau.edu/musgrove/web/vygotsky1978.pdf ↩

