Jerome Bruner: Discovery Learning dari Benda ke Simbol, dari Enaktif, ke Ikonik, ke Simbolik
Anak Hafal Cepat Lupa? Bruner Punya Resep: Bangun dari Benda → Gambar → Simbol
Anak bisa mengerjakan soal yang bentuknya sama persis, tapi begitu angka diganti atau konteks berubah, ia bingung. Saat ditanya “kenapa rumusnya begitu?”, jawabannya: “Karena kata bu guru.”
Jerome Bruner menawarkan pendekatan yang terasa sederhana tapi sangat kuat: sebelum anak hidup di simbol (rumus/definisi), ia perlu melewati pengalaman dan representasi yang membuat konsep “terlihat”.
Siapa Jerome S. Bruner?
![]() |
| Jerome Seymour Bruner |
Jerome Seymour Bruner (1915–2016) adalah psikolog dan pendidik Amerika, salah satu tokoh penting “cognitive revolution”. Ia memengaruhi cara guru memahami belajar sebagai proses aktif: anak membangun makna, bukan menerima informasi mentah.1
Inti teorinya (yang mudah dipakai di kelas)
Bruner punya dua ide yang sering menyelamatkan pembelajaran SD/K–12:
- Tiga mode representasi: anak memahami konsep lewat enactive (aksi/benda), lalu iconic (gambar/diagram), baru symbolic (bahasa/simbol).2
- Discovery learning yang terpandu: anak “menemukan” pola/prinsip lewat pertanyaan dan petunjuk guru—bukan dibiarkan tersesat.
Ia juga terkenal dengan gagasan spiral curriculum: konsep penting sebaiknya kembali lagi berkali-kali dengan kedalaman yang meningkat, bukan sekali lewat lalu hilang.3
Bagaimana Bruner sampai pada gagasan ini? (riset representasi & tutoring)
Bruner menulis tentang representasi dan pertumbuhan kognitif, termasuk penjelasan eksplisit tentang tiga mode (enactive–iconic–symbolic) dalam tulisannya tentang perkembangan kognitif.2
![]() |
| Bruner's Stages of Representation and CPA Approach |
Untuk “scaffolding” yang sering kamu pakai di kelas, Bruner bersama Wood dan Ross meneliti proses tutoring: bagaimana tutor membantu anak menyelesaikan masalah dengan cara mengurangi kompleksitas, menjaga arah, menandai fitur penting, dan mengontrol frustrasi. Ini menjadi dasar praktis bagi ide dukungan bertahap di kelas.4
Cara menerapkan di kelas
- Rancang urutan enactive → iconic → symbolic:
contoh pecahan: potong kertas/pizza (enactive) → gambar daerah arsiran (iconic) → tulis 1/2, 3/4 (symbolic). - Gunakan pertanyaan penuntun (guided discovery):
“Apa yang berubah? Apa yang tetap? Coba bandingkan dua contoh.” - Scaffolding bertahap:
mulai dari petunjuk ringan → contoh sebagian → contoh lengkap (jika perlu), lalu lepas bantuan. - Spiral mini di kelas:
kembalikan konsep yang sama dalam format berbeda: minggu ini benda, minggu depan gambar, minggu berikutnya simbol dan soal cerita.
Kesalahan umum saat menerapkan “discovery learning”
- Discovery = dilepas tanpa peta: anak jadi bingung dan waktu habis untuk coba-coba tanpa arah.
- Langsung loncat ke simbol: rumus diberikan duluan, baru manipulatif jadi “hiasan”.
- Tugas terlalu sulit (di luar kesiapan): discovery berubah jadi frustrasi.
- Tidak pernah mengulang (anti-spiral): konsep lewat sekali, anak belum sempat membangun representasi kuat.
Fakta menarik yang nyambung (dan kuat untuk guru)
Bruner terkenal dengan gagasan bahwa materi apa pun bisa diajarkan kepada anak dalam bentuk yang “jujur secara intelektual” jika disusun dengan tepat—ini sejalan dengan spiral curriculum yang membuat konsep kembali lagi dengan kedalaman meningkat.3
Kalau anak belum paham simbol, turunkan dulu ke benda dan gambar—baru naik lagi ke rumus.
Referensi
-
Encyclopaedia Britannica. (n.d.). Jerome Bruner.
https://www.britannica.com/biography/Jerome-Bruner ↩ -
Bruner, J. S. (1964). The Course of Cognitive Growth (enactive–iconic–symbolic). University of Kentucky (PDF).
https://www.uky.edu/~gmswan3/544/Bruner_1964_CoCG.pdf ↩ -
Bruner, J. S. (1960). The Process of Education (spiral curriculum). Google Books (info buku).
https://books.google.com/books/about/THE_PROCESS_OF_EDUCATION.html?id=Iaq5R8vPujAC ↩ -
Wood, D., Bruner, J. S., & Ross, G. (1976). The role of tutoring in problem solving. (PDF).
https://w.pauldowling.me/tmr/readings/Wood%2C%20Bruner%20%26%20Ross.pdf ↩

